Prie GS 17: Selalu Saja Ada Tamu yang Datang

Selalu saja ada tamu yang datang ke rumahku. Yang kumaksud tamu itu tidak selalu harus berarti kolega dan teman-temanku, tetapi seluruh urusan yang harus kuhadapi saat itu. Jangan dikira yang layak disebut urusan itu hanya soal-soal yang selama ini dianggap penting seperti rapat, seminar, berbisnis, ketemu klien dan semacamnya. Yang kusebut urusan itu adalah seluruh soal yang melibatkan hidupku saat itu. Maka ketika tepat aku hendak berangkat kerja tiba-tiba ada sales datang salah waktu, itulah juga urusanku. Ketika perjalanan sedang buru-buru tapi tiba-tiba ban kendaraan malah tertusuk paku, itulah juga urusanku.

Di dunia banyak soal-soal yang serba tak terduga. Dan hitunglah, betapa dunia lebih banyak diisi oleh soal-soal yang tak terduga semacam itu, karena jumlah dugaan yang ada di kepala kita memang terbatas belaka. Jadi menyiapkan diri cuma untuk soal-soal yang bisa diduga adalah pemiskinan kemungkinan. Dan selama ini, soal serupa itulah yang aku lakukan. Aku cuma biasa berpikir sejalan dengan dugaanku.

Itulah kenapa jumlah kemungkinan dalam hidupku itu tak bertambah saja dari waktu ke waktu. Padahal jika kuberi tempat seluruh kemungkinan itu dalam diriku, betapa luas kemungkinanku, betapa mungkin akau menjadi apa saja, bahkan untuk soal-soal yang tak pernah aku duga sebelumnya.

Tapi kebiasaanku memang sekadar menduga dunia ini berjalan cukup seperti dugaanku. Akibatnya jika ada sedikit saja selisih antara suatu kejadian dan dugaan, kagetlah diriku. Ternyata apa yang terjadi, tak bisa lagi kukendalikan cuma oleh dugaanku.

Soal-soal yang tak terduga, boleh terjadi setiap waktu. Maka inilah saatnya untuk menempatkan seluruh urusan yang kuhadapi hari ini adalah soal-soal yang semuanya penting dan setara dengan tamu-tamu terbaikku. Tak peduli apakah ia sales yang datang salah waktu atau sekadar ban kendaaran yang gembos tertusuk paku. Juga tak peduli, apakah paku itu paku beneran atau paku jadi-jadian yang sengaja ditebar untuk mendesain kemalanganku. Karena apapun alasannya, seluruh peristiwa itu harus menjadi urusanku. Dan itulah tamu-tamuku. Kini tibalah saatnya menguji, lalu tuan rumah seperti apakah diriku ini?

Mudah untuk menghadapi soal-soal yang diduga, yang menyenangkan pula. Tetapi pasti tidak mudah menghadapi soal-soal tak terduga, yang tak menyenangkan pula. Celakanya kualitas hidupku ini sangat ditentukan oleh sikapku di hadapan soal yang serba tak terduga itu, dan tak pernah aku harap pula itu.

Jika aku boleh memilih, mestinya dari rumah aku akan langsung bekerja saja, ketemu kolega, bertransaksi, meraih keuntungan, lalu pulang dengan segera. Tapi siapa bilang bahwa hidup boleh memilih. Karena seluruh rapat yang paling penting di dunia pun bisa batal jika tiba-tiba kita terserang asma. Seluruh target hidup ini akan kita gugurkan seketika cuma karena tiba-tiba kita terserang pusing dan kepala seperti sedang dipasak dengan sebatang linggis. Atau, sebuah tujuan besar bisa terbelokkan karena di jalan kita ketemu teman lama, ngobrol, keterusan dan berbalik jurusan tanpa terasa.

Karenanya, aku percaya, bahwa jumlah pilihan itu tak seimbang dengan jumlah yang telah dipilihkan. Maka mutuku dalam menghadapi soal-soal yang tak kuduga dan tak aku pilih itu adalah sesungguhnya pertaruhan hidupku. Aku pasti tak memilih jika di suatu hari yang cerah, ketika kusangka hidup ini sedang menyenangkan, tiba-tiba datang ke rumah seseorang hendak berhutang atau mencuri burung piaraan.

Jika cuma berdasarkan selera, orang ini bisa kuusir pergi karena ia hanya gangguan bagi anggaran yang telah kutetapkan. Tetapi ketika kedatanganya kupahami sebagai bagian dari ketidakterdugaan yang tak terhindarkan, ia harus memaksaku untuk tenang.

Kepada seluruh soal yang tak pernah kusukai sekalipun, karena ia telah kuanggap sebagai bagian yang harus kuhadapi, ia akan aku jadikan latihan untuk menenangkan diri. Karena seperti halnya di tengah kegaduhan, kecelakaan terbesar ternyata bukan disebabkan oleh si kegaduhan, tetapi lebih banyak oleh kepanikan kita sendiri.

 

About royani

You could know everything about me in my linkedin page. I've put it in the sidebar beside. So gladly that you arrive in here. Hopefully that you will re-visit in other chance.
This entry was posted in artikel, refleksi and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s