Détour Nostalgique

Setiap benda akan tetap diam atau bergerak dengan kecepatan lurus beraturan apabila tidak ada resultan gaya luar yang bekerja pada benda tersebut – Hukum 1 Newton tentang gerak.

Segala sesuatu, jika dikaitkan dengan alam, maka tidak akan mengakibatkan hal yang kontradiksi. Begitulah mengapa banyak pepatah mengambil phrase nya dari alam, seperti : « Buah tak jatuh dari pohonnya« dsb, karena segala sesuatu yang berasal dari alam adalah termasuk sunnatullah (hukum alam) yang berlaku mutlak. Begitupun statement yang berasal dari ilmu pengetahun yang asalnya berasal dari mempelajari teori yang ada di alam.

Tak ingin sebenarnya saya membahas sesuatu yang rumit kali ini. Namun, kutipan di atas sengaja saya pasang karena terinspirasi oleh salah satu blog seorang mahasiswa S3 ITB yang juga ingin melanjutkan sekolahnya di Prancis, tepatnya di kota Lille. Segala sesuatu mengenai Prancis memang sempat membuat saya menjadi seseorang yang cenderung sensitif. Sampai pada akhirnya petualangan surfing internet kuhentikan pada suatu blog yang membuatku terperangah akan isinya. Simpel tetapi menjadi suatu hal yang terpenting. Sama seperti Ijasah, yang mungkin hanya selembar kertas, tetapi ia harus ada jika kita ingin melamar suatu pekerjaan. Untuk isi lengkapnya, anda bisa lihat disini.

Aku adalah seorang pemimpi dalam hidup, tapi bukan seorang perencana. Bukan seorang yang di dalam computernya, jika kita tengok desktopnya, muncul puluhan note tentang jadwal kegiatan yang harus dikerjakan. Aku tak ingin membebani diri dengan memaksa harus jadi apa 10 tahun ke depan, 20 tahun ke depan, kalo pensiun mau ngapain. Tetapi lebih, aku menjuluki diriku sendiri, oportunis logis. Orang yang selalu memanfaatkan kesempatan ketika ia datang dan kemudian menimbang apakah sesuatu itu bisa kugapai, apa signifikansinya buat masa depanku, bagaimana peluang untuk dapat menggapainya? Semua mengandalkan intuisi hingga akhirnya aku memutuskan untuk menerima atau tidak. Disitulah kelogisanku dalam berpikir diuji. Tetapi terkadang, berpikir belum tentu akan menghasilkan hasil. Lalu, bagaimana cara kita bisa mengerti sesuatu itu berjodoh dengan kita? Tak lain caranya adalah dengan menggunakan sense kita untuk membaca tanda-tanda dan merasa yakinlah terhadap sesuatu yang telah kita pilih.

Maka, bagaikan Hukum Newton tentang gerak, jika seseorang telah menemukan tujuan hidupnya (misalkan: membuat orang lain tertawa), So … akan ada selalu hal yang mendorongnya untuk terus maju melawan kemalasan dan bergerak lurus beraturan (konsisten). Yakinlah … Dari keantusiasan, akan selalu muncul ide untuk berbenah…  dan tiap orang pasti punya peran masing-masing …Tak perlu khawatir untuk meraih hari esok meskipun apa yang kita lihat masihlah winding road yang kitapun tak tahu dimana garis finishnya.

~Bon Chance~

About royani

You could know everything about me in my linkedin page. I've put it in the sidebar beside. So gladly that you arrive in here. Hopefully that you will re-visit in other chance.
This entry was posted in artikel, refleksi and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s