Mengapa kita perlu menulis? Berkarya Melalui Tulisan

Capture-d-ecran-2011-09-06-a-14.22.22Menulis pada awalnya adalah sebuah cara untuk mengungkapkan gagasan, ide-ide,maupun perasaan yang bisa tertuangkan lewat cara menggoreskan pena maupun menjentikkan jari pada tut-tut keyboard. Menulis memiliki urgentifitasnya sendiri karena konten apapun yang kita tulis, entah itu fiksi, diari, artikel ilmiah adalah sebuah cerminan daripada kita sendiri. Ia – tulisan kita tersebut – adalah sebuah penggambaran tidak hanya tingkat intelegensia kita, namun bisa menjadi sebuah refleksi terhadap apa yang telah kita lakukan selama ini. Yann Martel, penulis Life of Pi, dalam novelnya menyatakan bahwa fiksi merupakan kumpulan pengalaman akan hidup yang dipilih secara selektif. Sungguh sebuah hal yang cukup mengejutkan, mengingat selama ini kita mungkin mengidentikkan bahwa menulis fiksi adalah termasuk sebuah kerja otak kreatif. Tentu saja. Namun hal itu tidaklah cukup untuk membuat sebuah tulisan yang berkualitas. Untuk menulis sebuah tulisan yang berkualitas dibutuhkan tidak hanya kapabilitas dalam berimajinasi, tetapi juga olahan perasaan, misalkan- dari apa yang kita alami, yang disajikan secara terstruktur, sehingga para pembacanya akan merasakan sensasi seolah ia pernah mengalami sendiri ataupun mampu menghadirkan detil peristiwa seolah ia nyata dan terjadi di suatu tempat.

Manfaat lain dari menulis selain menyalurkan ide secara sistematik adalah berusaha mengingat hal terpenting dalam hidup kita. Kenangan seringkali kita lupakan karena kita tidak memberikan emosi pada suatu kejadian yang kita alami. Dan, waktu pun terus berlalu, tanpa sadar, banyak kenangan-kenangan yang seharusnya penting, kita lupakan. Padahal, memori akan sesuatu terkadang juga sangat penting. Ia memberikan sebuah pengalaman dalam hidup kita untuk dapat meraih sebuah kebijaksanaan –ataupun pengambilan keputusan dalam bersikap. Namun, waktu seolah berjalan dengan sangat cepat. Peradaban yang selalu tampak muda, terkadang membuaikan – sehingga kita tak sempat memberikan tempat bagi diri kita untuk mengambil sejenak napas dan menikmati kesempatan hidup yang Tuhan berikan. Yah, jaman moden merampas hidup kita sehingga menjadikan diri kita layaknya robot-robot yang harus terus bekerja untuk terus menopang peradaban. Sehingga kadang- kadang sulit bagi kita untuk mendapatkan ketenangan hati, selalu merasa dikejar-kejar dalam kehidupan. Inilah mengapa seringkali kita merasa belum berkembang setelah banyak hal yang kita alami dalam kehidupan– selalu salah mengambil keputusan untuk problem yang telah kita hadapi berulang-ulang. Intinya, seiring berjalannya waktu, kita belum bisa mengambil apa yang dinamakan “intisari kehidupan”, dimana tingkatan pemahaman, perspektif kita terhadap hidup masihlah berada pada titik stagnan, bahkan kadang bisa juga menurun, dikarenakan bad habit yang terus kita pelihara.

Maka, disinilah manfaat daripada menulis. Entah itu lewat puisi, fiksi, maupun artikel, tak akan bisa lepas dari penjiwaan penulisnya. Darinya –  lewat menulis -, bisa tersingkap sebuah pandangan/sikap terhadap suatu peristiwa. Bagaimana kita menerangkan sebuah masalah lewat segala opini kita tentangnya, perasaan kita, dan yang terpenting apa yang sebenarnya bergejolak di hati kita. Dari segi inilah, kita berusaha mengembangkan perspektif diri kita. Berefleksi, menarik sebuah kesimpulan, yang tentu saja akan menambah daya jelajah kita dalam mengarungi kehidupan ini sehingga pada akhirnya menjadikan kita, seseorang yang bijaksana. Tak lain dan tak bukan hanya kebijaksanaan lah yang akan membuat kitan semua bahagia, bukan kecerdasan. Kecerdasan hanya memberikan cara dalam melakukan sesuatu, tetapi dengan kebijaksaaan lah yang akan memberikan nilai bahwa cara yang kita lakukan lebih memberikan makna bagi diri kita sendiri maupun orang lain.

Maka dari itu, janganlah segan untuk menulis, ceritakan apa saja yang engkau rasakan – lewat puisi, prosa, artikel, dan kemukaan opinimu, perspektifmu tentang masalah tersebut. Dengannya, akan menjadi tolok ukur diri kita dalam memandang segala sesuatu. Bacalah karya-karya orang terkenal sehingga engkau bisa mendapatkan pelajaran hidup dari orang tersebut dan menjadi bijaksana secara cepat.

Saya rasa akan sangat sulit sekali memang untuk memulai menggoreskan pena maupun menekan tut-tut untuk pertama kalinya. Namun itu bukan masalah. Memulai sesuatu memang adalah sebuah hal yang sulit karena otak masih belum terbiasa. Butuh sebuah ketekunan, membebaskan diri dari setiap rasa takut, keraguan bahwa tulisan kita akan berakhir jelek ataupun mungkin dinilai orang lain tak bernilai. Anggaplah ini sebagai tantangan. Waktu akan terus bergerak maju bagaimanapun, jikalau kita tetap ragu maka kita tidak akan pernah mampu belajar, dan akan terus berada dalam tingkatan stagnan dalam hidup kita. Tentu kita tidak mau hal tersebut terjadi dalam hidup kita.

Lewat menulis – kita bisa berkarya sekaligus meningkatkan kualitas hidup kita. Inilah seni dalam menulis.

About royani

You could know everything about me in my linkedin page. I've put it in the sidebar beside. So gladly that you arrive in here. Hopefully that you will re-visit in other chance.
This entry was posted in artikel, refleksi and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s