Over The Long Run

Loss is our atmosphere; we, like the snow, are always falling toward the ground, and most of the time, we forget it. O’Rourke

rainAkhir Oktober 2014. Hujan pertama telah datang di Bojonegoro. Aroma tanah basah semerbak tercium. Aroma yang itu-itu juga. Selalu sama dengan waktu pertama kali saya mencium baunya ketika masih SD. Rasanya seperti melewati lorong waktu. Entah sudah berapa peran saya lakoni dalam kehidupan. Saatnya tuk berusaha menjadi sedikit melankolis karena kenangan masa lalu yang menyeruak tiba-tiba bersamaan dengan bunyi rintik hujan. Udara lembab yang ditiupkan oleh angin berhembus di belakang leherku. Pikiran dibuat semakin melayang pada banyak kisah yang terjadi jauh di masa lalu. Tentang keberanian, ketakutan, semangat, cita-cita, kemenangan dan juga kegagalan. Tetapi, hanya pada kegagalanlah yang paling banyak menyimpan pelajaran yang berharga.

Bagaimanapun hidup akan selalu terus berjalan. Waktu tak akan pernah menunggu siapapun.

Tetapi, bagaimanakah kita menjalani kehidupan dari hari ke hari yang bagaikan sebuah perjalanan panjang? Over The Long Run, dengan berbagai peran yang harus kita mainkan. Dimana, ada saat-saat ketika kita mulai jenuh dengan kehidupan kita. Saat-saat ketika kita harus menerima kekalahan setelah segala hal yang sudah kita perbuat. Bagaimanakah cara agar kita bisa konsisten menjalani kehidupan ini?

Hidup ini sebenarnya sederhana saja. Namun, menjadi pelik karena tafsirannya. Dan, rasa-rasanya kitalah sebenarnya penyulit hidup kita sendiri.

Bagi orang awam seperti saya, penjelasan dari Pak Tolstoy berikut cukup memberikan sebuah iluminasi bagi saya.

Today or tomorrow sickness and death will come (they had come already) to those I love or to me; nothing will remain but stench and worms. Sooner or later my affairs, whatever they may be, will be forgotten, and I shall not exist.

Then why go on making any effort? …

How can man fail to see this? And, how go on living? That is what is surprising!

One can only live while one is intoxicated with life; as soon as one is sober it is impossible not to see that it is all a mere fraud and a stupid fraud !

That is precisely what it is; there is nothing either amusing or witty about it, it is simply cruel and stupid {…}

Had I simply understood that life had no meaning, I could have borne it quietly, knowing that that was my lot. But, I could not satisfy myself with that.

Had I been like a man living in a wood from which he knows there is no exit. I could have lived; but I was like one lost in a wood who, horrified at having lost his way, rushes about wishing to find the road.

He knows that each step he takes confuses him more and more, but still he cannot help rushing about it. It was indeed terrible.

Benar kata Albert Camus, salah satu penerima Nobel, bahwa hidup ini “absurd”, tidak untuk dijelaskan, tetapi untuk dipahami. Dan, untuk memahami sesuatu, kita harus menggunakan hati kita. Tetapi, yang lebih terpenting lagi adalah jangan pernah kita takut untuk melakukan sesuatu yang dikehendaki oleh hati kecil kita. Jangan biarkan diri kita menyesal terhadap sesuatu yang tak pernah kita lakukan karena rasa takut itu.

Sesungguhnya, kitalah yang memberi arti pada hidup kita sendiri karena pada akhirnya-hanya pengetahuan dan kenanganlah yang kita dapatkan dalam hidup. Sebab, Seiring waktu, tubuh akan menjadi semakin lemah, kecantikan akan memudar, uang akan selalu datang dan pergi, namun hanya pengetahuan dan kenangan akan perjalanan kitalah yang akan tetap tinggal di hati kita.

Selalu mencoba agar hati selalu terbiasa untuk merasa. Dengan terus-menerus merasa, kita akan mendapatkan sumber kegairahan untuk bisa terus menjalani tiap langkah perjalanan hidup yang panjang ini (over the long run).

Running-Form_1Maka, kegembiraan untuk terus mencari hal-hal baru inilah yang harus selalu kita pupuk. Kegembiraan untuk terus berproses, melebihi dari saat sedang menikmati hasil. Sama ketika, kegembiraan saat menanam, melebihi dari saat memanen. Atau, kegembiraan saat sedang bercinta dengan istri, melebihi dari saat mengetahui bahwa istri kita akhirnya hamil. Biarlah…, hasil itu biarlah milik dari Sang Pengatur Kehidupan. Semuanya sudah tertulis/maktub.

Segala sesuatu sudah ada jodohnya masing-masing.

Tuhan telah banyak menciptakan keajaiban-keajaiban kecil di sekitar kita. Inilah tugas kita untuk mencari yang harus kita cari. Terkadang memang kita yang sering lupa dan luput memperhatikannya.

Tak ada di dunia ini yang namanya kebetulan.

About royani

You could know everything about me in my linkedin page. I've put it in the sidebar beside. So gladly that you arrive in here. Hopefully that you will re-visit in other chance.
This entry was posted in artikel, refleksi and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s