Jalan panjang

November 2016, musim hujan malah sering terjadi. Sepanjang tahun kiranya, hujan tak pernah berhenti mengguyur negeri ini. Hujan selalu melahirkan aroma kenangan masa lalu. Dulu, masih samar teringat, belajar berlatih sepeda setelah hujan reda. Dan, banyak hal lainnya. Terdengar teriakan “kuluk-kuluk” dari para pekerja yang menginginkan hujan agar tidak cepat reda supaya mereka bisa mengaso sejenak di target pekerjaan yang tiada habisnya.

Tepat satu tahun yang lalu, Bapak juga dipanggil untuk menghadap Sang Kuasa. Tahun ini, kesedihan berganti ke lain pihak. Mulai dari politikus, mantan dosen almamater, juga Bapak dari salah seorang kawan telah dipanggil menghadapNya. Di tengah hujan konstan yang terjadi sepanjang tahun, waktu tak pernah berhenti bekerja. Waktu itu tetap berjalan, menggerogoti umur manusia yang bukan tak terbatas masanya. Empat puluh hari lagi kita akan memasuki suatu tahun yang baru. Dan, semuanya masih menjadi misteri. Makin seperti apakah kita di masa depan? Jadi yang lebih baikkah atau tetap seperti kita yang saat ini? Di negeri lain, yang antah berantah, musim gugur pun tengah beralih ke musim dingin. Jangan sampai, ia turut mendinginkan pandangan kita terhadap hidup yang masih akan terus berjalan ini.

Jalan hidup manusia itu, bagai umur itu sendiri, tidak ada yang pernah tahu. Kita hanya bisa tahu, hanya jika telah mencapai tujuannya. Dan setiap tujuan dalam hidup, merupakan sebuah langkah yang baru untuk mencapai sebuah tujuan yang lain. Jadi, jangan kita terlalu berfokus pada sebuah tujuan, fokuslah pada proses. Fokuslah pada gerakan. Karena pada “gerakan”, yang hanya akan mengarahkan kita pada tujuan. Dalam perjalanan panjang itu,  seiring gerakan kedewasaan yang terus kita kayuh, akan mendamparkan kita ke kehidupan yang lebih kaya dan kita akan menemukan sebuah tujuan dimana sebenarnya tempat kita di tengah pusaran samudera kehidupan ini.

Waktu itu pukul 08.30 pagi. Kapal ferry sudah merapat di dermaga Harbour Bay Batam. Kami hanya berdua, sama-sama tak tahu Batam. Kami berdua memutuskan untuk menyewa taksi, pergi ke Nagoya Hill Mall, meskipun hari itu masih pagi dan tidak ada mall yang buka sepagi itu. Di tengah perjalanan, kita sempat berhenti di Ramayana, untuk sekedar melihat pasar barang bekas meskipun tidak turun dari taxi. Tergoda untuk turun di tempat tersebut. Akhirnya, sampailah kita di Nagoya Hill Mall. Letaknya ternyata tidak jauh dari Harbour Bay. Mall memang belum buka, tetapi ada pemandangan yang aneh. Kami melihat banyak Ibu-Ibu pada ramai memilih oleh-oleh yang dijual di ruko di samping Mall. Akhirnya. kami habiskan waktu untuk membeli oleh-oleh. Hingga akhirnya, mall buka dan kita masuk untuk sekedar berjalan-jalan di Mall.

Contoh diatas menggambarkan, kadang proses itu lebih penting. Bagaimana jika kami tidak memutuskan untuk pergi ke Nagoya Hill Mall karena mengira Mall masih tutup, tentu kami tidak akan tahu ada toko oleh-oleh di sekitar toko tersebut. Dan, tidak ada pernah terlintas di pikiran kami untuk membeli oleh-oleh. O iya, toko tersebut menjual oleh-oleh khas Malaysia dan Singapura, seperti kaos dan miniatur ikonik dua negara tersebut.

Itulah mengapa menghayati proses itu memiliki daya tariknya sendiri. Mungkin saja, kehidupan kita sangat berdeviasi dari apa yang pernah kita harapkan sebelumnya. Tetapi, mungkin saja itu cara Tuhan, untuk melompatkan kita ke kehidupan lain yang lebih besar dari apa yang sanggup kita bayangkan sebelumnya. Tidak masalah, jika kita harus menggunakan jalan memutar dahulu, asal kita terus bergerak dalam hidup.

Kehidupan tidak perlu untuk dipahami, tetapi cobalah untuk menerima dengan sepenuh hati. Jalan yang panjang itu harus dimulai dari satu langkah kecil, menuju ke berbagai tempat manapun yang kitapun kadang tidak pernah menduganya.

Untuk mereka yang ditinggal oleh orang terkasih, bersabarlah. Hidup tak pernah menjanjikan apa-apa. Kebahagiaan dan kesedihan itu hanya sebuah keadaan sementara saja. Masih ada jalan panjang harus kita tempuh, meskipun kadang berat.Ingatlah, kita tak pernah bekerja sendiri, ada waktu yang terus bekerja. Semua benda yang ada di sekitar kita juga bekerja dengan daya upaya yang masih tersisa. Semuanya indah karena tak selamanya. Mari terus bergerak, stasiun berikutnya telah menunggu kita.

About royani

You could know everything about me in my linkedin page. I've put it in the sidebar beside. So gladly that you arrive in here. Hopefully that you will re-visit in other chance.
This entry was posted in refleksi, Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s